Kamis, 22 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
activa-ghana.comactiva-ghana.com
activa-ghana.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Sering Traveling? Ini Jawaban Jujur soal Atur Uang...

Sering Traveling? Ini Jawaban Jujur soal Atur Uang ala Gue

Pertanyaan paling sering soal keuangan anak traveling: gimana caranya jalan-jalan terus tapi dompet nggak jebol?

Sering Traveling? Ini Jawaban Jujur soal Atur Uang ala Gue

Gue sering banget dapat DM atau pertanyaan di kolom komentar soal satu hal: "Lo kok bisa sih jalan terus? Emang duitnya dari mana?" Pertanyaan itu selalu muncul, entah gue lagi posting foto di pantai atau sekadar review kopi di bandara. Dan jujur, jawabannya nggak seseru foto-fotonya.

Jadi artikel ini gue tulis buat kamu yang hobinya jalan tapi dompetnya sering ngos-ngosan di tengah perjalanan. Gue bakal jawab pertanyaan-pertanyaan yang paling sering muncul, berdasarkan pengalaman gue sendiri — bukan teori dari buku finansial yang nggak pernah ngerasain nunggu transit 6 jam di bandara.

"Gimana caranya bisa jalan terus tapi nggak bokek?"

Ini pertanyaan nomor satu. Dan jawabannya mungkin bakal bikin kamu agak kecewa: gue nggak jalan terus. Itu ilusi media sosial.

Baca juga: Gaji UMR di Kampung, tapi Bisa Nabung? Ini Caranya

Yang kamu lihat itu highlight. Yang nggak kamu lihat adalah bulan-bulan di mana gue cuma di rumah, masak sendiri, nolak ajakan nongkrong, dan nggak beli baju baru sama sekali. Jadi kalau kamu mau sering jalan, kamu harus siap "puasa" pengeluaran di antara perjalanan. Nggak ada jalan pintas, kecuali kamu memang punya penghasilan besar — dan itu cerita yang berbeda.

Yang gue lakukan sederhana: setiap kali ada trip, gue hitung dulu total biayanya. Lalu gue bagi dengan jumlah bulan sebelum trip berikutnya. Hasilnya jadi target tabungan bulanan. Kalau target itu nggak masuk di budget, ya gue tunda tripnya. Sesimpel itu, walau rasanya nggak sesimpel itu.

Pertanyaan soal "uang darurat" yang sering bikin salah paham

Banyak yang nanya, "Kalau lo nabung buat jalan, terus uang daruratnya gimana?" Ini pertanyaan bagus, dan gue akui dulu gue pernah mengabaikannya. Hasilnya? Pernah sekali gue harus batalin trip karena ada urusan mendadak, dan tabungan travel gue kepakai semua. Sakit hati, tapi itu pelajaran.

Sekarang aturannya jelas buat gue:

  • Uang darurat dulu — minimal 3 kali pengeluaran bulanan. Ini nggak boleh disentuh, titik.
  • Tabungan travel terpisah — beda rekening, atau minimal beda kantong digital. Kalau dicampur, pasti kebobol.
  • Dana "jalan-jalan spontan" — ini opsional, tapi berguna kalau ada tiket promo mendadak. Isinya kecil aja, nggak perlu besar.

Kuncinya adalah memisahkan. Kalau semua uang ada di satu tempat, otak kita cenderung merasa "kaya" padahal sebenarnya nggak. Ini yang bikin banyak orang boncos tanpa sadar.

Pertanyaan lanjutan: "Berapa persen sih idealnya buat traveling?"

Nggak ada angka ajaib. Tergantung penghasilan dan prioritas kamu. Buat gue pribadi, sekitar 15-20 persen dari penghasilan bulanan masuk ke pos travel. Kalau bulan itu ada pemasukan ekstra, bisa lebih. Kalau bulan itu berat, ya nol — dan itu nggak apa-apa.

Yang penting bukan persentasenya, tapi konsistensinya. Nabung 200 ribu tiap bulan jauh lebih baik daripada nabung 2 juta sekali doang terus lupa.

"Di perjalanan, gimana caranya nggak kalap belanja?"

Nah, ini masalah yang beda. Banyak orang udah nabung mati-matian buat trip, tapi begitu sampai di tujuan, uangnya habis buat oleh-oleh dan makanan yang sebenarnya nggak terlalu enak.

Gue punya trik yang mungkin terdengar norak tapi berhasil: bawa uang tunai sesuai budget harian. Kalau habis, ya habis. Nggak ada kartu yang bisa di-swipe. Metode ini memaksa gue berpikir dua kali sebelum beli sesuatu yang nggak perlu.

Uang tunai itu punya "rasa". Kamu lihat fisiknya berkurang, dan itu bikin otak lebih sadar. Bandingkan dengan kartu — tap, tap, tap, tahu-tahu limitnya habis.

Selain itu, gue selalu pisahkan dompet: satu buat uang harian, satu buat uang darurat yang nggak boleh dibuka kecuali kepepet. Kadang gue juga titip sebagian uang ke teman perjalanan — ini ekstrem, tapi efektif buat yang benar-benar nggak bisa nahan diri.

Hal-hal kecil yang sering dilupakan anak traveling

Ada beberapa pengeluaran yang sering nggak dihitung saat bikin budget perjalanan, dan ini yang bikin rencana meleset:

  • Biaya transportasi lokal — dari bandara ke penginapan, ojek, taksi, atau tiket kereta dalam kota. Sering diabaikan padahal lumayan.
  • Pajak dan biaya tersembunyi — beberapa negara punya biaya masuk, biaya turis, atau deposit hotel yang baru dikembalikan setelah checkout.
  • Roaming atau kartu SIM lokal — kecil, tapi kalau nggak dianggarkan bisa bikin kaget.
  • Dana "kaget" — sekitar 10 persen dari total budget. Buat hal-hal tak terduga seperti bagasi kelebihan atau hujan yang bikin harus naik taksi.

Gue belajar ini dari kesalahan. Pernah sekali gue sampai di sebuah kota dan sadar uang gue tinggal dikit karena lupa hitung biaya transportasi dari bandara. Akhirnya dua hari pertama cuma makan roti dari minimarket. Nggak tragis, tapi nggak nyaman juga.

Intinya, anggarkan lebih dari yang kamu kira perlu. Selalu.

Jadi, apa yang paling penting?

Kalau kamu cuma mau ingat satu hal dari artikel ini, ingat ini: jalan-jalan itu hak semua orang, tapi bukan hak untuk mengabaikan kondisi keuangan sendiri. Kamu bisa kok tetap jalan tanpa harus berutang atau menguras tabungan darurat.

Yang perlu kamu lakukan cuma tiga: pisahkan uang, batasi pengeluaran harian saat di perjalanan, dan jujur sama diri sendiri soal kemampuan. Nggak perlu gaya hidup mewah ala influencer. Nggak perlu juga merasa gagal kalau harus nunda trip setahun lagi.

Gue sendiri masih belajar sampai sekarang. Masih sering salah hitung, masih kadang kalap beli kopi di bandara yang harganya tiga kali lipat. Tapi setidaknya gue tahu batasnya, dan itu yang bikin gue bisa terus jalan tanpa harus stres mikirin tagihan.

Kalau kamu punya pertanyaan lain soal uang dan traveling, tulis aja di komentar. Siapa tahu jadi bahan artikel berikutnya. Dan kalau ada tips yang berhasil buat kamu, share juga — kita semua di sini sama-sama belajar.

Tags: keuangan pribadi atur pengeluaran traveling hemat budgeting tips finansial